Breaking News

Banner iklan Premium Top Banner Konserpedia untuk promosi brand, media digital info konser dan berita musik

INFO KONSER HARI INI

Kenali Kanal Resmi Konserpedia: Website, Instagram, TikTok, dan WhatsApp

KONSERPEDIA.COM – Nama boleh mirip, tapi jangan sampai salah akun. Buat kamu yang mengikuti info konser, berita musik, maupun ingin

September 23, 2026

Sejarah Konserpedia: Berawal dari Domain Gratis, Kini Jadi Media Musik dan Info Konser

Kok bisa sih sebuah media musik bernama Konserpedia lahir dari sebuah domain gratis? Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana. Tapi justru

September 16, 2026

Nonk’Q Nongkray Ungkap Cerita di Balik “Abu Abu”, Lagu tentang Sisi Lain Pertemanan

JAKARTA, KONSERPEDIA.COM – Setiap pertemanan punya cerita. Ada yang berawal dari kedekatan, saling berbagi cerita, hingga akhirnya menemukan konflik yang

September 15, 2026

10 Tugas Media Partner Konser Musik: Jobdesk, Peran dan Cara Kerjanya

Pernah melihat poster konser yang muncul berulang kali di Instagram, TikTok, portal musik, hingga akun komunitas? Di balik penyebaran informasi

September 14, 2026

Info Konser Musik di indonesia 2026

View All
Kenali kanal resmi Konserpedia: website, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Pastikan informasi serta komunikasi kerja sama melalui kontak resmi kami.

September 23, 2026

Kenali Kanal Resmi Konserpedia: Website, Instagram, TikTok, dan WhatsApp

KONSERPEDIA.COM – Nama boleh mirip, tapi jangan sampai salah akun. Buat kamu yang mengikuti info

Sejarah Konserpedia bermula dari domain gratis yang hampir dibiarkan. Simak cerita Rizki dan Evi membangun Konserpedia menjadi media musik dan info konser.

September 16, 2026

Sejarah Konserpedia: Berawal dari Domain Gratis, Kini Jadi Media Musik dan Info Konser

Kok bisa sih sebuah media musik bernama Konserpedia lahir dari sebuah domain gratis? Pertanyaan tersebut

Nonk'Q Nongkray dan Chagii Ameli dalam rilisan lagu Abu Abu

September 15, 2026

Nonk’Q Nongkray Ungkap Cerita di Balik “Abu Abu”, Lagu tentang Sisi Lain Pertemanan

JAKARTA, KONSERPEDIA.COM – Setiap pertemanan punya cerita. Ada yang berawal dari kedekatan, saling berbagi cerita,

10 tugas media partner konser musik dan jobdesknya

September 14, 2026

10 Tugas Media Partner Konser Musik: Jobdesk, Peran dan Cara Kerjanya

Pernah melihat poster konser yang muncul berulang kali di Instagram, TikTok, portal musik, hingga akun

available for advertising konserpedia
DUO MAIA BIKIN SYNCHRONIZE FEST 2026 SERASA BALIK KE ERA 2000-AN!

Anak 2000-an, nostalgia kalian dipanggil! 🎶

Duo Maia hadir meramaikan hari terakhir Synchronize Fest 2026, Minggu (18/10), di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.

Nama Duo Maia tentu bukan sesuatu yang asing buat generasi yang tumbuh ditemani musik pop Indonesia era 2000-an.

Lewat karya-karya yang lekat dengan kisah cinta, patah hati, dan hubungan yang rumit, musik mereka menjadi bagian dari kenangan banyak pendengar.

Menariknya, nostalgia musik sekarang bukan cuma milik milenial. Buat Gen Z yang mengenal lagu-lagu lawas lewat media sosial, penampilan musisi lintas generasi seperti Duo Maia bisa jadi kesempatan menemukan kembali musik yang pernah menemani masa muda generasi sebelumnya.

Dan di sinilah daya tarik Synchronize Fest: bukan cuma mempertemukan musisi dari berbagai genre, tetapi juga mempertemukan kenangan dari generasi yang berbeda.

Karena ternyata, musik yang pernah menemani masa lalu masih punya tempat di masa sekarang.

Kalau ngomongin Duo Maia, lagu apa yang paling bikin kalian langsung flashback ke masa lalu?

📍 Synchronize Fest 2026 - Gambir Expo, Jakarta
📅 Minggu, 18 Oktober 2026

Follow @konserpedia.id untuk update music news, festival, dan informasi konser lainnya!

#Konserpedia #DuoMaia #MaiaEstianty #SynchronizeFest #MusikIndonesia

0 0 instagram icon
Yang keputer lagunya, yang kebuka malah memori lama. 🥹

Momo kembali membawakan “Cobalah Mengerti” saat reuni bersama Geisha di Synchronize Fest 2026, Jumat (16/10), di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Suara khasnya bikin lagu ini terasa begitu personal.

Ada cerita kenapa lagu ini lekat banget sama Momo. Pada 2012, ia mengisi vokal untuk aransemen ulang “Cobalah Mengerti” dalam album Suara Lainnya, proyek Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David.

Pemilihannya pun punya alasan. David pernah menjelaskan bahwa setelah mendengarkan beberapa sampel pilihan, warna suara Momo dinilai paling cocok untuk lagu tersebut.

Jadi, kedekatan Momo dengan “Cobalah Mengerti” sudah punya sejarah panjang. Empat belas tahun kemudian, lagu ini kembali ia bawakan dalam momen pertemuannya dengan Geisha.

Buat yang tumbuh bareng versi 2012, penampilan ini bisa terasa seperti ketemu lagi dengan soundtrack masa sendiri. Buat yang baru dengar, ini pintu masuk buat kenalan dengan salah satu sisi vokal Momo yang membekas.

Beda fase hidup, masih kena di bagian yang sama.

🎥: threads @/mgft5

#Konserpedia #MomoGeisha #Geisha #CobalahMengerti #SynchronizeFest

24 0 instagram icon
LO HAFAL PETIKANNYA. TAPI BUNYINYA TERNYATA BUKAN RENCANA AWAL ARIEL.

Intro “Semua Tentang Kita” mungkin langsung bikin lo ingat masa sekolah, gitar pinjaman, dan momen belajar petikan pertama.

Saking melekatnya, Ariel bahkan pernah menyebut orang memakai lagu ini saat menyetem gitar. Petikannya sudah seperti “patokan nada” informal bagi sebagian pendengar yang belajar gitar.

Tapi ada cerita menarik di balik bunyi yang begitu akrab itu.

Dalam wawancara yang diberitakan Kompas.com pada 6 Agustus 2020, Ariel menjelaskan bahwa “Semua Tentang Kita” awalnya dibayangkan memakai gitar akustik dengan suara yang lembut dan hangat.

Namun, saat itu mereka belum memiliki gitar yang dimaksud. Akhirnya, rekamannya menggunakan gitar elektrik.

Bunyi yang lahir dari keterbatasan alat itulah yang kemudian melekat dalam ingatan banyak orang.

Ketika NOAH menggarap rekaman ulang lagu-lagu Peterpan, Ariel melihat kesempatan untuk mewujudkan gagasan musikal yang dulu belum kesampaian. Namun, ada kenangan pendengar yang juga perlu dijaga.

Saat membahas rekaman ulang Taman Langit pada Desember 2021, Ariel menjelaskan bahwa beberapa melodi ikonik sengaja dipertahankan. “Semua Tentang Kita” menjadi salah satu contoh yang ia sebut.

Bayangin: buat penciptanya, ada bunyi yang masih ingin disempurnakan. Buat pendengarnya, versi terdahulu justru sudah menjadi teman belajar gitar dan pengingat satu fase kehidupan.

Kadang, karya yang belum persis sesuai rencana justru meninggalkan jejak yang paling panjang.

#Konserpedia #Peterpan #NOAH #ArielNOAH #SemuaTentangKita

21 2 instagram icon
23 TAHUN SWEET AS REVENGE! BAND EMO YANG PERNAH JADI SOUNDTRACK GALAU SATU GENERASI, MASIH INGAT?

Sebelum era TikTok dipenuhi lagu-lagu galau, skena musik Indonesia sudah punya band yang mengekspresikan patah hati lewat distorsi gitar, teriakan emosional, dan lirik yang menusuk.

Salah satunya adalah Sweet As Revenge.

Band post-hardcore asal Jakarta yang terbentuk pada November 2003 ini menjadi bagian dari perjalanan musik alternatif Indonesia era 2000-an.

Buat yang pernah tumbuh bersama musik emo, nama Sweet As Revenge mungkin langsung mengingatkan pada satu lagu: Potret Kehampaan.

Tapi perjalanan mereka ternyata jauh lebih panjang dari satu lagu itu.

Sweet As Revenge pernah merilis Birth of Expectations, menghadirkan album Live Life, Regret Nothing, hingga memperkenalkan karya lain seperti Nyata, A.D, dan Kita (Yang Tenggelam).

Menariknya, November 2026 akan menandai 23 tahun sejak band ini terbentuk.

Di tengah perubahan tren musik dan cara generasi baru menemukan lagu melalui media sosial, karya-karya Sweet As Revenge menjadi pengingat bahwa skena musik independen Indonesia punya cerita panjang yang layak dikenang.

Dulu kita mungkin cuma menikmati lagunya. Sekarang, setelah semakin dewasa, makna di balik musiknya bisa terasa berbeda.

Sweet As Revenge bukan sekadar nostalgia, tetapi juga bagian dari sejarah musik keras Indonesia.

#Konserpedia #SweetAsRevenge #MusicNews #BeritaMusik #EmoIndonesia

109 1 instagram icon
BELUM JADI MEME AJA UDAH PANIK DULUAN! AHYEON BABYMONSTER BIKIN MONSTIEZ JAKARTA NGAKAK! 😭

Niat hati mau tampil badass, eh malah salting sendiri! Momen tak terduga datang dari Ahyeon BABYMONSTER saat konser 2026-27 BABYMONSTER WORLD TOUR [CHOOM] di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (17/10).

Kejadian kocak ini bermula ketika Ahyeon sedang berinteraksi dengan MONSTIEZ di sela penampilan lagu "Problem" milik Ariana Grande featuring Iggy Azalea.

Setelah menyapa penonton menggunakan bahasa Indonesia dan menanyakan kesiapan mereka, Ahyeon justru keseleo lidah saat memberikan aba-aba untuk melanjutkan penampilan.

"Sekarang bagian belakang... maaf. Oh tidak, ini bakalan jadi meme viral," ucap Ahyeon sambil tersipu malu.

Sadar dengan kesalahan kecilnya, Ahyeon langsung meminta maaf dan ikut menertawakan kejadian tersebut. Reaksi spontannya pun mengundang tawa dan sorakan penonton.

Bukannya kehilangan fokus, Ahyeon langsung meminta musik diputar kembali dan melanjutkan penampilannya dengan penuh energi.

Yang bikin momen ini menarik, Ahyeon justru sudah memprediksi dirinya bakal jadi bahan meme sebelum tahu bagaimana reaksi internet! 😂

Bukan cuma Ahyeon, Rora juga punya momen menghibur ketika gagal menahan tawa setelah mendengar teriakan seorang fanboy dari arah penonton.

Ternyata, di balik penampilan panggung yang megah, justru interaksi spontan seperti inilah yang bikin konser terasa lebih dekat dan memorable.

Gimana nih, MONSTIEZ? Momen Ahyeon ini bikin salting atau malah ngakak?

🎥: @aidaa_fitrii

#Konserpedia #BABYMONSTER #AHYEON #MONSTIEZ #KpopNews

291 10 instagram icon
LAGU ONCOM GONDRONG VIRAL LAGI, TAPI TERNYATA SEJARAHNYA LEBIH PANJANG DARI YANG KITA KIRA!

Siapa yang belakangan sering dengar sound “Ajen-ajen… he liki-liki” lewat FYP TikTok? Ternyata, di balik musiknya yang bikin susah berhenti joget, ada cerita menarik dari perjalanan musik Sunda!

Lagu berjudul “Oncom Gondrong” yang dipopulerkan Bungsu Bandung pada 1987 ini kembali mencuri perhatian setelah banyak digunakan dalam konten media sosial, mulai dari video joget, remix DJ, hingga kultur suporter sepak bola.

Tapi ada fakta yang mungkin belum banyak diketahui!

Menurut penelusuran Bandung Eksplorasi, jejak rekaman “Oncom Gondrong” ternyata ditemukan sejak sekitar 1980-1981 melalui pesinden Tating Sariningsih bersama Karawang Group.

Artinya, perjalanan lagu ini punya sejarah lebih panjang dari versi Bungsu Bandung yang kemudian dikenal luas pada 1987.

Menariknya lagi, “Oncom Gondrong” bukan sekadar lagu jenaka tentang makanan khas Sunda. Liriknya juga menggambarkan kehidupan para pedagang yang mencari penghasilan setiap hari, dibandingkan dengan pegawai yang menerima gaji bulanan.

Relate juga sama kehidupan sekarang, kan?

Memasuki 2026, lagu ini kembali mendapat tempat di telinga generasi baru, termasuk lewat versi Azmy Z dan berbagai remix yang ramai di media sosial.

Dari kaset, panggung musik Sunda, sampai FYP TikTok, “Oncom Gondrong” menjadi pengingat bahwa karya musik daerah bisa terus menemukan pendengar baru meskipun zaman berubah.

Kadang bukan lagunya yang ketinggalan zaman, kita aja yang baru menemukannya.

#Konserpedia #PopSunda #OncomGondrong #BungsuBandung #LaguViral

887 7 instagram icon
IJAZAH DIPAMERIN, ASAP INDONESIA DISOROT! THE JANSEN LAGI NYINDIR SIAPA NIH? 👀

Panggung Synchronize Fest 2026 ternyata bukan cuma tempat buat nyanyi bareng dan seru-seruan. The Jansen justru mencuri perhatian lewat penampilan yang diduga membawa pesan kritik sosial dan politik.

Tampil pada Jumat (16/10/2026) di Forest Stage, Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, band punk rock asal Bogor ini menjadi sorotan lewat aksi panggung yang disebut menampilkan visual ijazah hingga gambaran asap yang masih menyelimuti Indonesia.

Dua simbol yang sekilas terlihat berbeda, tetapi bisa memancing banyak interpretasi.

Visual ijazah berpotensi dibaca sebagai sindiran terhadap polemik dokumen pendidikan yang pernah menjadi perdebatan publik. Sementara gambaran asap bisa dimaknai sebagai pengingat persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan, polusi udara, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Namun, siapa atau isu spesifik apa yang sebenarnya ingin disindir The Jansen belum dapat dipastikan tanpa penjelasan langsung dari pihak band.

Menariknya, aksi tersebut terasa selaras dengan semangat Synchronize Fest 2026 yang mengusung tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement."

Lewat semangat punk rock, panggung musik bisa menjadi ruang untuk menyampaikan keresahan, mempertanyakan keadaan, hingga mengajak penonton melihat persoalan sosial dari sudut pandang berbeda.

Karena terkadang, sebuah pertunjukan tidak membutuhkan pidato panjang untuk menyampaikan pesan. Cukup melalui visual, musik, dan keberanian untuk bersuara.

Kalau menurut kalian, pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan The Jansen lewat aksi panggung tersebut?

#Konserpedia #TheJansen #SynchronizeFest2026 #SynchronizeFest #MusicNews

14 0 instagram icon
BUKAN BUNGA, FANS INI MALAH KASIH ROKOK KE SLAYYYTER!

Ada-ada aja kelakuan fans kalau udah ketemu idolanya. Kali ini, sebuah momen tak terduga datang dari penampilan penyanyi pop asal Amerika Serikat, SLAYYYTER, dalam sebuah acara spesial Spotify di New York.

Dalam momen yang dibagikan di media sosial, seorang penonton disebut memberikan sebatang rokok kepada SLAYYYTER. Aksi sederhana tapi nyeleneh ini langsung mencuri perhatian karena dianggap cocok banget dengan persona sang penyanyi yang dikenal berani, edgy, dan penuh attitude.

Menariknya, SLAYYYTER memang punya identitas visual yang kuat, memadukan musik pop elektronik dengan estetika glamor, rebellious, dan sentuhan budaya pop era 2000-an.

Jadi, nggak heran kalau interaksi tak terduga seperti ini terasa sangat khas dengan dunia yang dibangun SLAYYYTER lewat musik dan penampilannya.

Terlepas dari momen tersebut, memberikan rokok tentu bukan sesuatu yang perlu ditiru. Namun, kejadian ini memperlihatkan bagaimana interaksi spontan antara musisi dan penonton bisa menjadi bagian dari cerita sebuah pertunjukan.

Dari sekian banyak cara menunjukkan dukungan ke idola, fans satu ini jelas memilih cara yang nggak biasa.

Music News & Concert Updates
Follow @konserpedia.id

#Konserpedia #Slayyyter #Spotify #MusicNews #PopMusic

9 0 instagram icon
BUKAN SEKADAR MUSIK! SYNCHRONIZE FEST 2026 DIBUKA DENGAN SUARA PERLAWANAN!

Synchronize Fest 2026 resmi dimulai! Tapi kali ini, pembukaannya bukan cuma soal musik dan kemeriahan festival.

Jumat (16/10), panggung Synchronize Fest di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, dibuka lewat penampilan yang melibatkan @sebelahmata_erk bersama @penerka.official dan @kontras_update.

Kehadiran mereka memberi warna berbeda dalam pembukaan festival. Musik hadir bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menyampaikan keresahan, membangun kesadaran, dan mengajak publik lebih peka terhadap persoalan sosial.

Menariknya, penampilan Efek Rumah Kaca memang sudah menjadi salah satu kejutan yang disiapkan penyelenggara. Nama ERK bahkan tercantum dalam jadwal pembukaan di berbagai panggung secara bersamaan, dengan konsep pertunjukan teatrikal yang dirancang dalam beberapa babak.

Momentum ini terasa sejalan dengan semangat Synchronize Fest 2026 yang mengusung pesan “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement!”

Karena terkadang, musik bukan cuma sesuatu yang kita dengarkan. Musik juga bisa menjadi cara untuk menyampaikan hal-hal yang perlu didengar.

📍 Gambir Expo Kemayoran, Jakarta
🗓️ 16-18 Oktober 2026
🎪 @synchronizefest

Synchronize Fest 2026 baru dimulai, dan pembukaannya sudah membawa pesan yang lebih luas dari sekadar perayaan musik.

🎥: Synchronize Radio

#Konserpedia #MusicNews #SynchronizeFest2026 #SynchronizeFestival #EfekRumahKaca

1101 1 instagram icon
DARI NGAMEN DI PASAR, SEKARANG SEPANGGUNG BARENG AVENGED SEVENFOLD!

Siapa sangka, remaja yang dulu mengasah kemampuan gitarnya di pasar lokal Phuket, Thailand, kini bisa berdiri satu panggung dengan band metal idolanya? Ini bukan mimpi, tapi kisah nyata Nene Royal! 🔥🎸

Penyanyi sekaligus gitaris berusia 16 tahun asal Thailand, @neneroyalmusic, sukses mencuri perhatian saat tampil bersama @avengedsevenfold dalam konser Asia Tour 2026 di Singapore Indoor Stadium, Selasa (13/10).

Awalnya, Nene dipercaya menjadi opening act dengan membawakan sejumlah lagu rock ikonik, mulai dari “Hysteria” (Muse), “Black Hole Sun” (Soundgarden), hingga “Killing in the Name” (Rage Against the Machine).

Tapi kejutan sesungguhnya datang ketika Avenged Sevenfold mengundangnya kembali ke panggung!

Bukan cuma sekadar menyapa penonton, Nene ikut unjuk kemampuan vokal dan gitarnya bersama M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, dan personel A7X lainnya lewat dua lagu legendaris, “Bat Country” dan “Unholy Confessions”.

Yang bikin kisahnya makin gokil, Nene baru saja mencetak sejarah sebagai orang Thailand pertama yang menjuarai America’s Got Talent Season 21 pada September 2026.

Perjalanannya pun nggak instan. Nene mulai belajar gitar secara otodidak sejak usia tujuh tahun dan pernah tampil di pasar lokal Phuket. Bahkan sebelum momen bersama A7X, ia sudah lebih dulu berbagi panggung dengan Linkin Park dalam final AGT 2026!

Dari musisi jalanan, juara ajang pencarian bakat dunia, sampai nge-jam bareng band favoritnya. Nene Royal membuktikan kalau mimpi seorang penggemar musik bisa melampaui batas panggung yang pernah dibayangkan.

Dulu nonton idolanya, sekarang main bareng idolanya. THIS IS EVERY ROCK FAN’S DREAM!

Menurut kalian, sekeren apa penampilan Nene bareng Avenged Sevenfold?

#Konserpedia #MusicNews #NeneRoyal #AvengedSevenfold #A7X

60 0 instagram icon

BERITA MUSIK

View All

September 23, 2026

Kenali Kanal Resmi Konserpedia: Website, Instagram, TikTok, dan WhatsApp

KONSERPEDIA.COM – Nama boleh mirip, tapi jangan sampai salah akun. Buat kamu yang mengikuti info konser, berita musik, maupun ingin