Kok bisa sih sebuah media musik bernama Konserpedia lahir dari sebuah domain gratis?
Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana. Tapi justru di balik pertanyaan itu ada cerita yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.
Jauh sebelum Konserpedia dikenal sebagai media digital yang membahas berita musik, info konser, jadwal konser, festival musik, dan media partner event, semuanya bermula dari sebuah project website, satu domain gratis, dan sebuah ide yang awalnya hanya coba-coba.
Berawal dari Pasangan yang Suka Konser

Cerita Konserpedia tidak bisa dilepaskan dari dua orang di balik awal perjalanannya, yaitu Rizki Ferik Febrianto dan Evi Safitri.
Sebagai pasangan suami istri, keduanya memiliki ketertarikan terhadap musik dan konser. Bagi mereka, konser bukan hanya tentang datang ke venue dan menikmati musisi di atas panggung.
Ada pengalaman, suasana, komunitas, musisi, promotor, event organizer, hingga cerita-cerita menarik yang selalu muncul di balik sebuah konser.
Namun saat itu, tidak pernah ada bayangan bahwa kesukaan terhadap konser tersebut nantinya akan berkembang menjadi sebuah media.
Sampai kemudian sebuah project mengubah semuanya.
Sebuah Project dan Domain Gratis
Rizki yang juga merupakan CEO BAB Production saat itu mendapatkan project untuk membuat sebuah website milik salah satu event organizer di Jakarta Selatan.
Untuk mengerjakan project tersebut, Rizki membeli hosting dan mendapatkan satu domain .COM secara gratis.
Bukannya langsung senang karena mendapatkan domain tambahan, justru muncul satu masalah baru:
Domain tersebut mau dipakai untuk apa?
- Tidak ada rencana bisnis besar.
- Tidak ada tim redaksi.
- Tidak ada proposal media.
- Bahkan nama brand pun belum terpikirkan.
- Hanya ada satu domain gratis yang sayang jika dibiarkan begitu saja.
Di saat yang sama, dunia konser dan event musik sedang semakin ramai. Media partner juga semakin banyak dibutuhkan oleh promotor maupun event organizer untuk membantu memperkenalkan acara mereka kepada calon penonton.
Dari situlah muncul sebuah pemikiran sederhana.
“Kenapa tidak membuat media yang fokus membahas konser dan musik?”
Sampai Akhirnya Muncul Nama “Konserpedia”
Setelah ide tersebut muncul, Rizki mulai mencari nama yang cocok.
Berbagai kemungkinan nama tentu sempat terlintas.
Sampai akhirnya, karena penasaran, Rizki mencoba mengetik sebuah nama domain:
konserpedia.com
Dan ternyata…
domain tersebut masih tersedia.
- Tidak ada yang menggunakannya.
- Tidak ada proses branding berbulan-bulan.
- Tidak ada rapat panjang untuk menentukan nama.
Nama tersebut muncul dari sebuah percobaan sederhana saat mencari domain yang cocok. Namun justru dari situlah semuanya bermula.
Konserpedia.com kemudian didaftarkan.
Sebuah nama yang pada awalnya hanya dicoba karena iseng, perlahan mulai mendapatkan bentuknya.
Bukan Platform Tiket, Tapi Media untuk Dunia Konser
Konserpedia kemudian mulai dibangun dengan konsep seperti media berita, tetapi memiliki fokus yang lebih spesifik.
- Musik.
- Konser.
- Festival.
- Event.
- Dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia pertunjukan musik.
Konserpedia hadir untuk menyajikan berita musik, info konser, jadwal konser, festival musik, serta berbagai informasi mengenai event musik kepada para penikmat musik dan konserpedia bukanlah platform pembelian tiket.
Fokusnya adalah menjadi media digital dan ruang informasi yang membantu mempertemukan event dengan orang-orang yang memang memiliki ketertarikan terhadap musik dan konser.
Dari Website, Kemudian Merambah ke Instagram
Setelah website mulai dibangun, Konserpedia kemudian hadir di media sosial melalui Instagram @konserpedia.id.
Seperti kebanyakan media yang baru memulai perjalanan, semuanya dimulai dari nol.
Audience belum besar.
Nama belum dikenal banyak orang.
Konten masih terus mencari bentuk.
Tetapi satu hal terus dilakukan:
konsisten membicarakan musik dan konser.
Perlahan, konten Konserpedia mulai menemukan pembacanya.
Dan ternyata, bukan hanya penikmat musik yang mulai memperhatikan.
Pihak-pihak di balik event juga mulai datang.
“Ternyata Mereka Membutuhkan Konserpedia”
Seiring semakin aktifnya Konserpedia membuat konten, mulai bermunculan pihak yang menghubungi.
- Ada promotor.
- Ada event organizer.
- Ada musisi.
- Ada brand.
- Ada komunitas.
Sebagian datang untuk meminta bantuan publikasi. Sebagian lainnya menawarkan kolaborasi dan mengajak Konserpedia menjadi media partner.
Di sinilah sebuah hal menarik mulai terlihat.
Konserpedia yang awalnya dibuat karena “sayang kalau domain gratis tidak dipakai”, ternyata memiliki fungsi yang lebih besar dari sekadar sebuah website.
Konserpedia mulai menjadi salah satu bagian dari ekosistem event musik.
Dari yang awalnya hanya memberitakan konser, kemudian ikut membantu menyebarkan informasi mengenai konser tersebut. Lalu dari yang awalnya hanya menjadi penonton, perlahan mulai menjadi bagian dari perjalanan sebuah event.
Dari Satu Domain Menjadi Sebuah Perjalanan
Jika melihat perjalanan Konserpedia hari ini, semuanya terasa seperti sesuatu yang sudah direncanakan sejak awal. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.
- Tidak ada blueprint besar.
- Tidak ada target untuk langsung menjadi media besar.
- Tidak ada yang tahu bahwa nama tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai kolaborasi dengan event musik.
Semuanya bermula dari satu pertanyaan sederhana:
“Domain gratis ini mau dipakai untuk apa?”
Lalu dilanjutkan dengan satu percobaan:
“Coba ketik konserpedia.com.”
Dan ternyata…
masih tersedia.
Kadang sebuah perjalanan besar memang tidak selalu dimulai dari rencana yang besar.
Terkadang, semuanya hanya membutuhkan satu kesempatan kecil untuk mencoba.
Konserpedia Hari Ini
Kini Konserpedia terus berkembang sebagai media digital yang berfokus pada berita musik, info konser, jadwal konser, festival musik, dan media partnership.
Konserpedia juga terus membuka ruang kolaborasi dengan promotor, event organizer, musisi, brand, komunitas, dan berbagai pihak lainnya di industri musik dan event.
Karena bagi Konserpedia, sebuah konser bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung.
- Ada cerita sebelum konser dimulai.
- Ada perjuangan di balik layar.
- Ada promotor yang menyiapkan event.
- Ada musisi yang mempersiapkan penampilan.
- Ada penonton yang menunggu berbulan-bulan.
Dan akhirnya ada satu momen ketika semuanya bertemu:
musik dimainkan, lampu panggung menyala, dan ribuan orang bernyanyi bersama.
Itulah cerita yang ingin terus dibawa Konserpedia.
- Dari sebuah domain gratis.
- Dari sebuah ide sederhana.
- Dari kecintaan terhadap musik dan konser.
Konserpedia terus berjalan.
Karena kami percaya:
Setiap konser punya cerita.
Dan setiap cerita layak untuk didengar.
Konserpedia
Media Digital • Info Konser • Berita Musik • Media Partner
See you at the next show.










Leave a Comment